peluang dahsyat bisnis pendidikan pra-sekolah

bisnis-pendidikan-prasekolahPendidikan sebelum taman kanak-kanak (TK), semacam playgroup atau taman bermain semakin dicari para orang tua. Maklumlah, banyak orang tua yang ingin anaknya sudah bisa membaca atau menulis sejak dini. Terlebih, para penyelenggara sekolah dasar (SD) kini mewajibkan anak yang akan masuk SD harus sudah bisa membaca.

Peluang ini juga yang ditangkap Super Kids. Lembaga pendidikan khusus anak umur 1,5 tahun-5 tahun ini berdiri sejak 2001 dan menawarkan kemitraan usaha mulai tahun 2007. Lembaga ini menerapkan konsep belajar sambil bermain. Beberapa mata pelajarannya meliputi bahasa Inggris, matematika, seni, sains, dan teknologi yang disesuaikan dengan umur anak.

Mutia, Kepala Staf Administrasi Super Kids mengaku, pihaknya sudah memiliki beberapa cabang milik mitra. Namun, sistem kemitraan Super Kids tidak berlangsung lama. “Sistem kemitraan kami hanya dua tahun, setelah itu kerja samanya putus,” jelas Mutia.

Super Kids menawarkan kemitraan dengan paket investasi Rp 60 juta. Dengan investasi itu mitra akan mendapatkan logo Super Kids, paket kurikulum, dan training bagi para guru selama seminggu. Program kemitraan berlangsung selama dua tahun. Setelah itu, mitra bisa memperpanjang lagi atau membuka usaha sendiri.

Dari beberapa pengalaman, banyak mitra yang sudah sukses memutuskan untuk mengembangkan usahanya sendiri. “Makanya, sistem kemitraan kami lebih banyak yang sistem jual putus,” jelasnya.

Dengan sistem itu, Super Kids lebih fokus menawarkan program dan kurikulum belajar kepada mitra. Selain membayar investasi Rp 60 juta, mitra juga harus mempersiapkan biaya lain, seperti sewa tempat dan peralatan meja, kursi, perlengkapan bermain, dan kebutuhan lainnya. Perkiraan total biaya yang harus disiapkan oleh calon mitra mencapai Rp 150 juta.

Super Kids mematok tarif biaya pendidikan Rp 3,7 juta per siswa untuk sepuluh minggu pertemuan. Asal tahu saja, dalam satu minggu ada dua kali masa pertemuan.

Jika lokasinya strategis, Super Kids menargetkan omzet mitra sekitar Rp 50 juta per bulan. Asumsinya, ada dua kelas dengan total jumlah siswa sekitar 30 orang.

Super Kids tidak memungut royalti fee dan pungutan lain dari mitranya. Alhasil, dengan omzet tersebut, mitra bisa balik modal dalam waktu satu sampai dua tahun sejak beroperasi.

Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menilai, kemitraan bisnis pendidikan masih cukup potensial. Terkait tawaran Super Kids, ia menilai, paket investasi yang ditawarkan masih relatif terjangkau dibandingkan dengan franchisor lainnya. Namun, mitra tetap harus cermat melihat kualitas pengajarannya.

Beberapa hal yang perlu dicermati adalah kualitas tenaga guru dan sistem pengajarannya. “Jadi bukan semata melihat harganya,” katanya

Selain itu, mitra juga harus mempelajari kerja sama perjanjian dengan franchisor. Ia bilang, ambang batas perjanjian selama lima tahun harus diterapkan, bahkan kalau bisa lebih lama lagi. “Pasalnya bisnis pendidikan balik modalnya cenderung lebih lambat ketimbang bisnis lainnya, jadi komitmen mitra dan franchisor harus dijaga,” tandasnya

Jika sudah mantap, menurut Anang, mitra harus memilih lokasi yang strategis. Sebab, lokasi menjadi penentu kelangsungan usaha ini. Wilayah perumahan termasuk lokasi ideal usaha ini.( kontan.co.id )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below, free bonus ebook bisnis online premium

No Responses

Leave a Reply


seven − 1 =